Jumat, 18 Mei 2012

Initial Public Offering (IPO) Facebook







Metrotvnews.com, Jakarta: Facebook mematok harga saham dalam inisiasi penawaran perdana saham (IPO) mendatang di kisaran US$28 atau Rp257 ribu dan US$35 sekitar Rp321 ribu per lembar saham. Total nilai mencapai US$95 miliar atau sebesar Rp870 triliun lebih.

IPO ini akan menjadi yang terbesar bagi sebuah perusahaan internet. Nilai ini lebih besar dari nilai Google yang mencapai US$23 miliar atau Rp211 triliun pada 2004.

Facebook akan mencatatkan saham mereka di Nasdaq. Mereka akan menjadi pesaing bagi Amazon dan Cysco yang tengah menguasai pasar.

Diyakini Facebook akan memulai promosi penjualan saham perdana, Senin (7/5) depan. Sahamnya akan dijual dengan simbol FB mulai 18 Mei nanti. Lebih dari 10 persen saham dijual, yang diperkirakan meningkatkan nilai perusahaan sebesar US$12 miliar atau sekitar Rp110 triliun.

Jejaring sosial yang berusia delapan tahun itu kini memiliki 900 juta pelanggan di seluruh dunia. Facebook meraih keuntungan US$1 miliar atau Rp9,1 triliun tahun lalu.

Diperkirakan, banyak orang yang akan berburu saham FB. Sejumlah investor khawatir atas perkembangan jangka panjang perusahaan tersebut. Pekan lalu, Facebook mengumumkan penurunan pendapatan pertama dua tahun terakhir.

Dalam sebuah presentasi video, Kamis (3/5), eksekutif Facebook berusaha meredam kekhawatiran tersebut. Facebook menyebut perkembangan penggunaan telepon selular yang akan menjadi fokus investasi mereka dari dana yang didapat melalui IPO.

Bulan lalu, Facebook membeli aplikasi berbagi dan edit foto Instagram sebesar Rp9,1 triliun lebih, yang menjadi pembelian terbesar mereka. Bukan tidak mungkin harga IPO bisa bergerak naik jika permintaan investor terus menguat.

Meski saham dilepas ke publik, pendiri dan kepala eksekutif Mark Zuckerberg tetap mengontrol Facebook dengan menguasai lebih dari 57,3 persen suara melalui saham yang dipegang. Juga ada kesepakatan suara dengan pemegang saham lainnya.(MI/BEY

Sabtu, 12 Mei 2012

BUDAYA MENGHAKIMI DAN MENGHUKUMI PARA PENDIDIK DI INDONESIA



Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesiayang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Adasemacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti
.

Jumat, 11 Mei 2012

BitDefender USB Immunizer 2.0.0.8


Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya Windows merupakan OS yang sangat rentan dengan yang namanya virus, trojan, bahkan malware. Mungkin Anda kerap jengkal bahkan sempat dibuat shock dengan yang namanya virus dan sekutunya yang menular dari USB Flashdisk, CD, atau DVD. USB Flashdisk merupakan media penyimpanan data yang sangat membantu kita dalam menyimpan data sementara waktu, dan USB Flashdisk juga media penyalur penyebaran virus nomor satu di dunia. Mengapa USB Flashdisk, CD, atau DVD menjadi media penyebaran virus yang efektif dan efisien? Karena Windows memiliki fitur autorun yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan virus ke komputer pengguna Windows, dengan kata lain ketika USB Flashdisk, CD, atau DVD terhubung dengan komputer maka seketika itu pula Windows membaca seluruh isi yang ada pada USB Flashdisk, CD, atau DVD

Pernahkah Anda menemukan file Autorun.inf di USB Flashdisk Anda atau rekan Anda? Seringkali kita jumpai file Autorun.inf tersebut terdeteksi virus oleh Antivirus Anda; terutama pengguna Avira. Jangan Anda anggap remeh keberadaan autorun.inf di Flashdisk Anda bisa jadi file tersebut adalah malware yang siap memberikan kejutan berupa hadiah virus untuk komputer Anda. Seiring semakin populer perkembangan penyebaran virus melalui Flashdisk beberapa Antivirus pun mengembangkan vaksin atau imunisasi untuk Flashdisk Anda agar Autorun.inf pada Flashdisk tidak dimanfaatkan oleh virus sehingga kita dapat meminimalisir penyebaran virus, trojan dan malware dari Flashdisk. Penggagas utama lahirnya vaksin atau imunisasi adalah Panda yang diberi nama Panda USB Vaccine, dan disusul oleh BitDefender yang diberi nama BitDefender USB Immunizer. Namun sayangnya Panda USB Vaccine sepertinya tidak dikembangkan lagi oleh Panda Antivirus, sedangkan BitDefender masih tetap mengembangkan BitDefender USB Immunizer. BitDefender USB Immunizer 2.0.0.8 adalah versi terbaru dari BitDefender USB Immunizer yang membantu kita untuk memberi imunisasi terhadap USB Flashdisk dengan menanam file autorun.info yang tidak dapat dimodifikasi oleh virus.




Cara penggunaannya pun terbilang sangat mudah, Anda jalankan aplikasinya dan mengklik ikon Flashdisk yang akan diimunisasi pada BitDefender USB Immunizer 2.0.0.8.


Download:


BitDefender USB Immunizer 2.0.0.8 (3.7 MB)
[Mirror]

PCMAV 7.1 Predator (Mei 2012)


Anda orang indonesia? jika ia tentunya suka donk dengan anti virus ini? so pasti kita harus bisa memanfaatkan anti virus ini. anti virus ini sifatnya mudah di insatal dan tidak memakan memori komputer yang besar.. PCMAV Predator 7.1 akhirnya terbit Mei 2012 dengan beberapa penyempurnaan dari versi yang sebelumnya. Dilengkapi extension manager, versi terbaru ini mampu membasmi 6313 malware dan variannya (cukup banyak juga ya). dan ini list update terbarunya :




UPDATED! Ditambahkan database pengenal dan pembersih 73 virus lokal/ asing/varian baru yang dilaporkan menyebar di Indonesia. Total 6313 virus beserta variannya.
IMPROVED! Perubahan nama virus mengikuti varian baru yang ditemukan.
IMPROVED! Perbaikan real-time protection yang berpotensi mengakibatkan konflik dengan aplikasi tertentu.
IMPROVED! Perbaikan scan otomatis pada removable disk yang berpotensi menampilakan pesan error.
IMPROVED! Optimalisasi pendeteksian terhadap encrypted applications.
IMPROVED! Penambahan menu Remove untuk menghapus daftar item di karantina.
IMPROVED! Penambahan Extension Manager yang dapat digunakan melalui menu pada notification area.
FIXED! Perbaikan pesan error Link Protector pada Windows 64 bit.
FIXED! Perbaikan engine cleaner yang mendeteksi virus di memory.
IMPROVED! Perbaikan beberapa minor bug dan improvisasi kode internal untuk memastikan bahwa PCMAV tetap menjadi antivirus kebanggaan Indonesia.



Screnshoot





Download :

Download PCMAV 7.1 Predator - 8.77 MB
Pasword : www.koransoftware.com
thanks spesial by: PCMAV and koransoftware.com

Jumat, 27 April 2012

Beda Processor Intel Core i3, i5 dan i7


 
Intel sudah agak lama merilis processor terbarunya yaitu Intel core i7, kemudian disusul i5 dan i3. Yang perlu diperhatikan nanti Intel ga bakal pake lagi brand core 2 duo dan core 2 quad, sedangkan brand pentium dan celeron bakal dipertahankan. Terus kalo brand centrino mereka bakal pake di produknya yang berbasis Wifi dan Wimax, jadi ga bakal lagi kita nemuin notebook dengan brand Intel Centrino.

Lalu apa perbedaan dari ketiga produk barunya tersebut? Intinya sih core i3 ditujukan buat Entry Level, core i5 buat mid level, kalo core i7 buat High Level. Terus ketiganya bakal ditanam di dekstop maupun notebook. Selain itu, core i5 dan i7 mengadopsi fitur “Intel Turbo Mode Technology” dimana fitur ini akan mematikan core yang tidak dipakai ketika memproses aplikasi yang hanya membutuhkan single thread, ketika memproses aplikasi single thread, processor akan mengoverclock aliran thread data yang berjalan di atasnya sehingga pemrosesan lebih cepat, sedangkan jika memproses aplikasi yang bukan single thread, core tersebut akan hidup kembali.

Berikut deskripsi lebih jelasnya mengenai ketiga produk ini:

Intel Core i7

Core i7 sendiri merupakan processor pertama dengan teknologi “Nehalem”. Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan chipset MCH langsung di processor, bukan motherboard. Nehalem juga mengganti fungsi FSB menjadi QPI (Quick Path Interconnect) yang lebih revolusioner.

Intel Core i5
Jika Bloomfield adalah codename untuk Core i7 maka Lynnfield adalah codename untuk Core i5. Core i5 adalah seri value dari Core i7 yang akan berjalan di socket baru Intel yaitu socket LGA-1156. Tertarik begitu mendengar kata value ? Tepat ! Core i5 akan dipasarkan dengan harga sekitar US$186.

Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.

Intel juga meluncurkan Clarksfield, yaitu Core i5 versi mobile yang ditujukan untuk notebook. Socket yang akan digunakan adalah mPGA-989 dan membutuhkan daya yang terbilang cukup kecil yaitu sebesar 45-55 Watt.

Intel Core i3
Intel Core i3 merupakan varian paling value dibandingkan dua saudaranya yang lain. Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics Processing Unit) alias Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan grafisnya diklaim sama dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu Core i3 nantinya menggunakan manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm, sedangkan memory controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk Core i3 adalah “Arrandale”.


Thanks For: Home Logika

Senin, 16 April 2012

HELLO WORLD,, JAVA PROGRAMING

Setelah kita mengerti cara instalasi java dan dapat memanggil program java dan javac melalui command line (terminal), maka langkah selanjutnya adalah membuat program Java itu sendiri.

Tulisan selanjutnya akan membahas cara kita membuat satu program Java sederhana, kemeudian dijalankan di command line. Dan kita memulainya dengan code yang simpel dan universal, program yang mencetak "Hello World" di layar !

Source Code Java

Seperti kebanyakan source code bahasa pemrograman lain, di Java file source codenya berupa text file yang namanya berakhiran .java.

Contoh nama-nama filenya seperti Testing.java, Contoh.java, HelloWorld.java, dsbnya. Yang penting semuanya berakhiran dengan ektensi .java.

Kita langsung praktek saja dengan satu contoh sederhana :
  1. Buat satu folder dengan nama belajarjava pada drive c Anda (c:\belajarjava).
  2. Buka aplikasi notepad dari menu Start All Programs Accessories > Notepad.
  3. Ketik code berikut ini di notepad
    • perhatikan bahwa kita huruf kecil dan huruf besar dibedakan di Java sehingga pengetikan berikut harus memperhatikan hal tersebut atau akan terjadi error.
    1. public class HelloWorld {  
    2.    public static void main(String[] args)  
    3.    {  
    4.        System.out.print("Hello World !");  
    5.    }  
    6. }  
  1. Setelah itu save dengan nama HelloWorld.java, perhatikan penulisan nama file harus SAMA huruf besar dan huruf kecilnya sesuai penulisan saya. Hal ini karena nama file berkorelasi langsung dengan nama class di Java.

  2. Selesai

Kompilasi Code

Langkah berikutnya adalah membuat class java (bytecode) yang bisa dieksekusi kemudian. Sebagai overview dari proses kompilasi ini, berikut disertakan gambar dari artikel sebelumnya dengan tambahan informasi program yang terlibat dalam kompilasi dan menjalankan bytecode, yakni javac.exe dan java.exe (untuk platform Windows). Jadi source code HelloWorld.java akan dikompilasi oleh javac.exe untuk menghasilkan bytecode HelloWorld.class. Untuk menjalankan bytecode ini sendiri kita menggunakan java.exe.




Kembali ke contoh kita, langkah-langkah untuk melakukan kompilasi adalah sebagai berikut :
  1. Jalankan "Command Prompt" melalui menu Start => Command Prompt
  2. Masuk ke folder c:\belajarjava dengan perintah "cd c:\belajarjava"
  3. Jalankan perintah "javac HelloWorld.java"
  4. Apabila tidak ada error, maka akan dihasilkan file bytecode bernama HelloWorld.class, untuk melihat apakah file tersebut sudah ada maka lanjutan perintah yang kita jalankan di Command Prompt adalah "dir". Hasilnya mungkin akan tampak sebagai berikut :

  5. Selesai

Menjalankan ByteCode /Class Java

Karena kita hanya memiliki satu bytecode class saja - HelloWorld.class - maka untuk menjalankan bytecode ini sangat sederhana.

Jalankan perintah "java HelloWorld" (bukan "java HelloWorld.class"). Kalau tidak ada error maka harusnya akan tercetak kata "Hello World !" di Command Prompt kita seperti terlihat pada gambar berikut.


Selamat ! Anda sudah berhasil menjalankan program Java pertama Anda !

Pada kesempatan kali ini, penulis secara sengaja tidak membahas secara detil mengenai apa arti code Java kita agar lebih terfokus ke tujuan, yakni bagaimana memulai programming dari instalasi, kompilasi dan menjalankannya.

Langkah selanjutnya tentunya adalah mempelajari bahasa Java secara lebih detil dan konstruktif. Topik-topik seperti konstruksi class di Java, implementasi OOP, API untuk mengolah berbagai hal termasuk filesystem, multimedia, dan sebagainya perlu ditekuni lebih lanjut untuk menjadi programmer Java yang baik.

Semoga artikel ini berguna untuk Anda, penulis akan mencoba membahas hal-hal tersebut di atas di lain kesempatan. Dan saran dan kritik dapat Anda sampaikan melalui komentar yang dapat diposting pada blog ini.

STARTING JAVA..WHY?

Pendahuluan
"Bagaimana saya memulai programming Java ?"

Pertanyaan di atas seringkali diajukan pada saat kita ingin belajar programming dengan bahasa Java,
  • Apa yang harus diinstal terlebih dahulu ?
  • Bagaimana saya menulis code dan kompilasi ? Bagaimana saya menjalankan program tersebut ?
  • dan seterusnya...
Oleh karena itu saya tertarik untuk menulis 2 rangkaian artikel dengan topik "Memulai Programming Java" ini, terdiri dari :
1. Instalasi Java
2. Menulis aplikasi sederhana, "Hello World" !

Instalasi Java

Updated : Versi lain untuk artikel instalasi ini tersedia di situs Google Sites, silahkan klik disini.

Sebelum saya memulai dengan langkah-langkah instalasi Java, perlu diluruskan dulu bahwa Java sebenarnya terdiri dari atas 2 pengertian, yaitu :
  1. Teknologi Java sebagai suatu platform yang biasa disebut sebagai Java Runtime Environment (JRE). Platform ini diperlukan sebagai lapisan atau layer untuk menjalankan program Java yang telah dikompilasi (bytecode).

    Untuk melakukan kompilasi kita memerlukan tools tambahan yang ditambahkan ke dalam JRE dan dikenal sebagai Java Development Kit (JDK). Jadi di dalam JDK sendiri secara otomatis sudah terdapat platform JRE.
  2. Bahasa programming Java.

    Bahasa inilah yang mungkin dirujuk sebagai "Java" secara umum. Java merupakan bahasa Object Oriented Programming yang bisa diklaim telah diimplementasikan secara penuh . OOP di Java merupakan pengembangan lebih lanjut dari dari bahasa C++.


JRE dan JDK merupakan suatu aplikasi/program yang perlu diinstalasi terlebih dahulu. Paket untuk JRE dan JDK tersedia untuk berbagai sistem operasi populer seperti Microsoft Windows, Macintosh, Unix, Linux, dan Solaris.

Karena ketersediaan JRE/JDK yang multi-platform dan karena aplikasi Java berjalan di atas JRE ini, maka seringkali teknologi Java dikenal dengan motto "Write Once Run Everywhere" (Ditulis sekali saja untuk satu platform tetapi dapat dijalankan di berbagai platform sistem operasi).

Jadi setelah konsep-konsep Java kita "luruskan" dengan keterangan di atas, sekarang kita melangkah ke instalasi JDK.

Instalasi Java Development Kit (JDK)
  1. Download
    • Masuk ke situs http://java.sun.com/javase/downloads/index.jsp
    • Pilih paket JDK terbaru (pada saat penulisan JDK sudah memasuki versi 6 update 5 seperti terlihat pada gambar di bawah ini). Klik tombol Download.


    • Pilih paket sesuai sistem operasi yang kita gunakan. Untuk contoh, saya pilih Microsoft Windows.
    • Klik "Accept" dan pilih link "Windows Offline Installation, Multi Language"


    • Sering sekali kita masih diminta registrasi account di Sun untuk melanjutkan download. Apabila kita sudah memiliki account Sun kita tinggal login saja, tetapi apabila belum maka lakukan registrasi terlebih dulu.

    • Download paket JDK.
  2. Jalankan program yang telah kita download tersebut.
    • Jalankan setup program jdk-6u5-windows-i586-p.exe atau sesuai yang Anda download.
    • Muncul dialog awal instalasi JDK

    • Tekan Accept untuk menerima persetujuan lisensi dari Sun.


    • Pilih semua fitur yang kita inginkan pada langkah "Custom Setup" dan tekan next untuk melanjutkan. Perhatikan bahwa folder instalasi adalah di C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_05


    • Akan keluar progress dialog untuk instalasi JDK. Tunggu hingga selesai.


    • Setelah selesai melakukan instalasi JDK akan dilanjutkan dengan instalasi JRE seperti terlihat pada gambar di bawah. Lanjutkan dengan mengklik tombol Next.


    • Akan keluar progress dialog untuk instalasi JRE.

    • Setelah selesai, klik tombol Finish.


  3. Set environment variable, %PATH%.
    • Klik "Start" pada sistem Windows Anda
    • Klik kanan icon "My Computer", pilih "Properties"


    • Pada dialog "System Properties", klik tab "Advanced" kemudian dilanjutkan dengan klik tombol "Environment Variables"

    • Cari variable "Path" pada bagian System variables dan klik edit.

    • Tambahkan satu nilai pada Variable Value yaitu folder binary instalasi JDK. Untuk contoh pada blog ini maka path kita adalah C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_05\bin. Perhatikan pada gambar bahwa antar satu path/folder yang satu dengan path yang lain kita pisahkan dengan tanda titik koma.


    • Klik tombol OK
    • Selesai
  4. Test hasil instalasi kita di Windows.
    • Masuk ke command prompt (Start => Command Prompt atau Start=>Run=>cmd )
    • Ketik "java -version" dan apabila berhasil akan menghasilkan output sebagai berikut :

    • Ketik "javac -version" dan apabila berhasil akan menghasilkan output sebagai berikut:

    • Selesai
    • thanks by:  http://pintar-java.blogspot.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons