Tampilkan postingan dengan label E-LEARNING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E-LEARNING. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

BUDAYA MENGHAKIMI DAN MENGHUKUMI PARA PENDIDIK DI INDONESIA



Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesiayang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Adasemacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti
.

Jumat, 27 April 2012

Beda Processor Intel Core i3, i5 dan i7


 
Intel sudah agak lama merilis processor terbarunya yaitu Intel core i7, kemudian disusul i5 dan i3. Yang perlu diperhatikan nanti Intel ga bakal pake lagi brand core 2 duo dan core 2 quad, sedangkan brand pentium dan celeron bakal dipertahankan. Terus kalo brand centrino mereka bakal pake di produknya yang berbasis Wifi dan Wimax, jadi ga bakal lagi kita nemuin notebook dengan brand Intel Centrino.

Lalu apa perbedaan dari ketiga produk barunya tersebut? Intinya sih core i3 ditujukan buat Entry Level, core i5 buat mid level, kalo core i7 buat High Level. Terus ketiganya bakal ditanam di dekstop maupun notebook. Selain itu, core i5 dan i7 mengadopsi fitur “Intel Turbo Mode Technology” dimana fitur ini akan mematikan core yang tidak dipakai ketika memproses aplikasi yang hanya membutuhkan single thread, ketika memproses aplikasi single thread, processor akan mengoverclock aliran thread data yang berjalan di atasnya sehingga pemrosesan lebih cepat, sedangkan jika memproses aplikasi yang bukan single thread, core tersebut akan hidup kembali.

Berikut deskripsi lebih jelasnya mengenai ketiga produk ini:

Intel Core i7

Core i7 sendiri merupakan processor pertama dengan teknologi “Nehalem”. Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan chipset MCH langsung di processor, bukan motherboard. Nehalem juga mengganti fungsi FSB menjadi QPI (Quick Path Interconnect) yang lebih revolusioner.

Intel Core i5
Jika Bloomfield adalah codename untuk Core i7 maka Lynnfield adalah codename untuk Core i5. Core i5 adalah seri value dari Core i7 yang akan berjalan di socket baru Intel yaitu socket LGA-1156. Tertarik begitu mendengar kata value ? Tepat ! Core i5 akan dipasarkan dengan harga sekitar US$186.

Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.

Intel juga meluncurkan Clarksfield, yaitu Core i5 versi mobile yang ditujukan untuk notebook. Socket yang akan digunakan adalah mPGA-989 dan membutuhkan daya yang terbilang cukup kecil yaitu sebesar 45-55 Watt.

Intel Core i3
Intel Core i3 merupakan varian paling value dibandingkan dua saudaranya yang lain. Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics Processing Unit) alias Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan grafisnya diklaim sama dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu Core i3 nantinya menggunakan manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm, sedangkan memory controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk Core i3 adalah “Arrandale”.


Thanks For: Home Logika

Jumat, 24 Februari 2012

PERBANKAN



Pentingnya Akuntansi :

Persaingan perbankan dalam memperebutkan pangsa pasar
 

Agar tetap eksis dan mampu mengembangkan diri :
·        dapat bekerja dengan tingkat efisiensi tinggi
·        dapat mengembangkan produk/jasa perbankan baru sesuai kebutuhan
 

·        memiliki informasi yang tepat pakai dan tepat waktu
·        kemampuan manejemen bank dalam pengambilan keputusan
 

dikelola dan dimanfaatkan dengan benar

alatnya : AKUNTANSI


Definisi Akuntansi :

“Accounting is the art of recording, classifying, and summarizing in a significant manner and in terms of money, transactions  and events which are, in part at least of a financial character, and interpreting the results thereof. (A. I. C. P. A.)



Persamaan Akuntansi :


Aktiva
=     Hutang   +    Modal





Persamaan Akuntansi Perbankan :


Aktiva Bank
=    Hutang Bank  +  Modal Bank



Aktiva Bank

Hutang Bank

Modal Bank


Penempatan Dana

Dana Masyarakat

Modal Saham


Penyaluran Dana dalam Kredit

Dana Pinjaman

Premium Saham


Penanaman Dana dalam Aktiva Tetap

Dana Lainnya

Laba ditahan


Penanaman Lain



Laba/Rugi Tahun berjalan



Pendapatan

Aktiva Bank





=


Biaya Bank

Hutang Bank





+




Modal dan Cadangan








SISTEM AKUNTANSI PERBANKAN

Sasaran Sistem Akuntansi Perbankan :
·        sebagai sistem akuntansi manajemen
·        sebagai sistem costing
·        sebagai sistem pengawasan
·        sebagai sistem laporan kepada penguasa moneter


Dasar-dasar Akuntansi Perbankan :
1)                accrual basis di dalam pencatatan biaya
2)                cash basis di dalam pencatatan pendapatan
3)                dasar rancang bangun akuntansi perbankan
·                    harus adanya perincian dari assetnya sehingga dapat menggambarkan jumlah dana yang diinvestasikan pada masing-masing aset tersebut
·                    harus adanya perincian dari hutang-hutangnya yang disusun menurut jatuh waktunya dan tingkat kekekalannya
·                    dapat menggambarkan Laba/rugi yang diperoleh dari hasil kegiatannya dengan jelas
·                    harus dapat menyediakan informasi secara periodik mengenai efisiensi dari hasil kegiatan usahanya
·                    harus ada sistem internal control yang ketat
·                    harus dapat menyediakan data untuk penguasa moneter
4)                dasar-dasar penyusunan rekening stelsel bank
·                    sebaiknya rekening assets disusun atas dasar tingkat likwiditasnya
·                    sebaiknya rekening hutang bank disusun atas dasar urutan pemakaiannya atau urutan jatuh waktunya
·                    sebaiknya rekening modal disusun berurutan atas dasar urutan kekekalannya
·                    sebaiknya rekening income/expense bank disusun berurutan atas dasar urutan ranking yang paling besar atau berurutan dari tingkat prioritas kegiatan utama dari bank yang bersangkutan



Sistem Akuntansi Biaya :

1)                Fungsi Akuntansi Biaya Bank
·                    untuk mengetahui besarnya biaya dana yang dikumpulkan
·                    untuk mengetahui besarnya masing-masing profit dan loss atas masing-masing jasa yang diberikan
·                    sebagai alat perhitungan customer profitability
·                    sebagai dasar pricing bank services
2)                Pendekatan Akuntansi biaya untuk bank
·                    Full costing/full absorption costing
·                    Variabel costing/direct costing
·                    Incremental costing-differential costing
·                    Estimated cost
3)                Informasi biaya sebagai alat pengambil keputusan
4)                Penetapan tarif jasa perbankan
·                    cost plus pricing
·                    marginal pricing
·                    non cost pricing
·                    skimming pricing
·                    penetration pricing




LAPORAN KEUANGAN BANK :



Tujuan Laporan Keuangan Bank :

·        menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan bank yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi
·        menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya





Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan :

·        Dapat dipahami
·        Relevan                                      materialitas
·        Keandalan                                  penyajian jujur, netralitas, pertimbangan
                                                        sehat,  kelengkapan
·        Dapat dibandingkan





Laporan Keuangan Bank (menurut SAK) :

·        Neraca
·        Laporan Komitmen dan Kontijensi
·        Laporan Laba Rugi                      Multiple step        
·        Laporan Arus Kas                        Cash concept
·        Catatan atas Laporan Keuangan











PT. BANK GUNADARMA
NERACA PER TANGGAL 31 DESEMBER 199X

1.
AKTIVA
2.
KEWAJIBAN
1.1.
K a s
2.1.
G i r o
1.2.
Giro pada Bank Indonesia
2.2.
Kewajiban Segera Lainnya
1.3.
Giro pada Bank Lain
2.3.
Tabungan
1.4.
Penempatan pada bank lain /
Penyisihan penghapusan
2.4.
2.5.
Deposito berjangka
Sertifikat Deposito
1.5.
Surat-surat berharga
Penyisihan penghapusan dan penurunan nilai surat-surat berharga
2.6.
Surat-surat berharga yang diterbitkan
a. SBPU
b. Obligasi
1.6.
Kredit yang diberikan
Penyisihan penghapusan kredit
2.7.
2.8.

Pinjaman yang diterima
Beban yang masih harus dibayar
1.7.
Penyertaan
2.9.
Kewajiban Lain-lain
1.8.
Pendapatan yang masih akan diterima
2.10.
2.11.
Pinjaman subordinasi
Modal pinjaman (loan capital)
1.9.
Biaya dibayar dimuka


1.10.
Aktiva tetap
Akumulasi penyusutan aktiva tetap
3.
3.1.
EKUITAS
Modal disetor
a. Saham biasa
1.11.
Aktiva Lain-lain

b. Saham preferen


3.2.
Perkiraan tambahan modal disetor
a. Agio/disagio
b. Modal Sumbangan
c. Penyesuaianakibat pen-
    jabaran laporan keuangan
d. Lain-lain


3.3.
Selisih penilaian kembali aktiva
tetap


3.4.
Saldo Laba
a. Cadangan tujuan
b. Cadangan umum
c. Saldo laba yang belum
    dicadangkan


















PT. BANK GUNADARMA
LAPORAN KOMITMEN DAN KONTIJENSI
TANGGAL 31 DESEMBER 199X

KOMITMEN

1.
TAGIHAN KOMITMEN
1.1.
Fasilitas pinjaman yang diterima dan belum digunakan
1.2.
Pembelian Berjangka Valuta Asing
1.3.
Pembelian valuta asing tunai (Spot) yang belum diselesaikan


2.
KEWAJIBAN KOMITMEN
2.1.
Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan
2.2.
Kewajiban pembelian kembali aktiva bank yang dijual dengan syarat Repo
2.3.
L/C yang irrevocable dan masih berjalan dalam rangka ekspor dan impor
2.4.
Akseptasi wesel impor atas dasar L/C berjangka
2.5.
Penjualan berjangka valuta asing
2.6.
Penjualan valuta asing tunai (spot) yang belum diselesaikan


KONTIJENSI

1.
TAGIHAN KONTIJEN
1.1.
Garansi dari Bank lain
a. Penerbitan jaminan dalam bentuk bank garansi risk sharing
b. Lainnya
1.2.
Pembelian Opsi Valuta Asing
1.3.
Pendapatan bunga dalam penyelesaian


2.
KEWAJIBAN KONTINJEN
2.1.
Garansi yang diberikan
a. Penerbitan jaminan dalam bentuk :
    - bank garansi
    - risk sharing
    - standby L/C
    - performance bonds
    - advance payment bonds
b. Akseptasi atau endosemen surat berharga
c. Lainnya
2.2.

2.3.
L/C yang revocable dan masih berjalan dalam rangka impor dan ekspor
Penjualan Opsi Valuta Asing












PT. BANK GUNADARMA
LAPORAN LABA-RUGI DAN SALDO LABA
PERIODE JANUARI S.D DESEMBER 199X

I. Pendapatan dan Beban Operasional




1.
Pendapatan Bunga



1.1.
Bunga yang diperoleh
 xxx

1.2
Provisi dan Komisi Kredit
 xxx



 xxx
2.
Beban bunga



2.1.
Bunga yang dibayar
 xxx

2.2.
Hadiah
 xxx

2.3.
Provisi dan komisi yang dibayar untuk mendapatkan dana

 xxx



(xxx)
3.
Pendapatan bunga
Neto
 xxx




4.
Pendapatan   dan
beban lainnya


4.1.
Provisi dan komisi yang diterima selain dari pemberian kredit

 xxx

4.2.
Provisi dan komisi yang dibayar selain untuk penerimaan dana

(xxx)

4.3.
Pendapatan/beban dari provisi dan komisi neto

 xxx

4.4.
Pendapatan lain
 xxx

4.5.
Beban overhead
a. Beban umum dan administrasi
b. Beban personalia
c. Beban lain

(xxx)
(xxx)
(xxx)
(xxx)

4.6.
Pendapatan/beban lain neto
 xxx
5.
Pendapatan operasi
onal neto
 xxx





II. Pendapatan dan Beban non Operasional
1.
Pendapatan    Non-
Operasional


1.1.
Keuntungan penjualan aktiva tetap
 xxx

1.2.
Lainnya
 xxx



 xxx
2.
Beban non Operasi
Onal


2.1.
Kerugian penjualan aktiva tetap
(xxx)

2.2.
Denda/sanksi
(xxx)

2.3.
Lainnya
(xxx)



(xxx)
3.
Pendapatan/beban
non operasional
 xxx


III.  Laba (rugi)
1.
Laba atau rugi
 xxx
2.
Pos Luar Biasa (Extra ordinary gain/loss)
 xxx
3.
Pengaruh kumulatif dari perubahan Kebijakan akuntansi
 xxx
4.
Laba (Rugi) sebelum PPh
 xxx
5.
Pajak Penghasilan
(xxx)
6.
Laba (rugi) bersih tahun berjalan
 xxx

IV. Saldo Laba
1.
Saldo laba tahun lalu
 xxx
2.
Jumlah saldo laba
 xxx
3.
Dividen yang dibayar
(xxx)
4.
Jumlah saldo laba
 xxx




Dirinci atas :


- Cadangan tujuan
 xxx

- Cadangan umum
 xxx

- Saldo laba yang belum dicadangkan
 xxx


 xxx














































PT. BANK GUNADARMA
LAPORAN ARUS KAS
PERIODE JANUARI S.D DESEMBER 199X
Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Penerimaan bunga dan komisi
 xxx
Pembayaran bunga
 xxx
Pembayaran pihutang yang telah dihapus
 xxx
Pembayaran kas pada karyawan dan pemasok
 xxx
Laba operasi sebelum perubahan dalam aktiva operasi
 xxx


(Kenaikan) Penurunan dalam Aktiva Operasi :

Dana jangka pendek
 xxx
Deposito untuk tujuan pengendalian moneter
 xxx
Dana uang muka untuk langganan
 xxx
Kenaikan bersih dalam piutang kartu kredit
 xxx
Surat berharga jangka pendek yang diperjual belikan
 xxx


Kenaikan (penurunan) dalam Hutang Operasi :

Deposito dari pelanggan
 xxx
Sertifikat deposito yang diperjual belikan
 xxx
Kas bersih dari aktivitas operasi sebelum pajak penghasilan
 xxx
Pajak penghasilan
 xxx
Arus kas bersih dari aktivitas operasi
       xxx


Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Pelepasan anak perusahaan Y
 xxx
Dividen yang diterima
 xxx
Bunga yang diterima
 xxx
Hasil penjualan surat berharga yang tidak diperjual belikan
 xxx
Pembelian surat berharga yang tidak diperjual belikan
 xxx
Pembelian tanah, bangunan dan peralatan
 xxx
Arus kas bersih yang dipergunakan dalam aktivitas investasi
       xxx


Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Penerbitan modal pinjaman
 xxx
Penerbitan saham prioritas oleh anak perusahaan
 xxx
Pembayaran kembali pinjaman jangka panjang
 xxx
Penurunan bersih pinjaman lain
 xxx
Pembayaran dividen
 xxx
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan
       xxx
Pengaruh perubahan kurs valuta kas dan setara kas
     xxx
Kenaikan bersih kas dan setara kas
     xxx
Kas dan setara kas pada awal periode
     xxx
Kas dan setara kas pada akhir periode
     xxx













PROSES AKUNTANSI
Dokumen Dasar Akuntansi



pencatatan

Buku-buku Pembantu

Buku Jurnal




penggolongan







Buku Besar



Keputusan
penjabaran







Neraca

penafsiran
Analisa Keadaan Keuangan

Ikhtisar L/R



LPPK









PROSES AKUNTANSI BANK

Transaksi hari bersangkutan

Lap.Keu. hari bersangkutan

Pengambilan keputusan

Transaksi hari berikut
































Kliring :
tata cara perhitungan hutang-piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat berharga dari suatu bank terhadap bank lainnya dengan maksud agar penyelesaiannya dapat terselenggara dengan mudah dan aman, serta untuk memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral.

Jenis Kliring :
·        kliring umum
·        kliring lokal
·        kliring antar cabang

Pembukuan transaksi kliring :
Bank A :
Kliring ........................................................
     Giro-Rekening Tn. B..............................

Rp. xxx
                         Rp. xxx
setelah diketahui hasilnya :
Bank Indonesia-Giro...................................
     Kliring....................................................

Rp. xxx
                         Rp. xxx
Bank B:
Giro-Rekening Tn. A...................................
     Bank Indonesia-Giro..............................

Rp. xxx
                         Rp. xxx

atau :
Bank B:
Giro-Rekening Tn. B
     Bank Indonesia-Giro

Rp. xxx
                         Rp. xxx
Bank A:
Bank Indonesia-Giro
     Giro-Rekening Tn. A

Rp. xxx
                         Rp. xxx 

Neraca Kliring Bank B:
NERACA
KLIRING
Kalah kliring                     Rp. xxx
Warkat Debet Masuk     Rp. xxx
Warkat Kredit Keluar     Rp. xxx
Keseimbangan                   Rp. xxx
Keseimbangan                Rp. xxx

Neraca Kliring Bank Indonesia :
NERACA
KLIRING Tgl.
Bank B                              Rp. xxx   
Bank A                           Rp. xxx
Bank A                           Rp. xxx
Jumlah Debet                    Rp. xxx
Jumlah kredit                  Rp. xxx











GIRO :
simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan sek, surat perintah pembayaran lainnya, atau dengan cara pemindah bukuan.

Transaksi Pembukaan :
Kas..............................................................
      Giro-rekening Tn. A.............................
     Barang cetakan-buku cek......................
Rp. xxx
                      Rp. xxx
                     Rp. xxx

Penyetoran Kliring :
Bank Indonesia-Giro..................................
     Warkat Kliring......................................
Rp. xxx
                     Rp. xxx
Apabila kliring berhasil :
Kliring........................................................
      Giro-Rekening A..................................

Rp. xxx
                     Rp. xxx

Penyetoran melalui transfer :
Bank B-Giro...............................................
     Giro-Rekening Tn. A.............................
Rp. xxx
                     Rp. xxx

Penarikan giro :
Giro-Rekening Tn. A...................................
     Kas Rupiah.............................................
Rp. xxx
                     Rp. xxx  

Penarikan secara kliring :
Giro-Rekening Tn. A....................................
     Bank Indonesia-Giro...............................
Rp. xxx
                     Rp. xxx

Penarikan dengan amanat :
Giro-Rekening Giro......................................
     Hubungan antar kantor-Cab. Surabaya...
Rp. xxx
                     Rp. xxx

Pembukuan Jasa Giro :
Bunga Giro..................................................
     Giro-Rekening Tn. A..............................
Rp. xxx
                     Rp. xxx 

















Tabungan :
simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si penabung sewaktu-waktu dikehendaki.

Pembukaan :
Kas.............................................................
     Tabungan-rekening Tn. A.....................
Rp. xxx
                     Rp. xxx

Penyetoran dengan cek :
Giro-rekening Tn.A....................................
RAK-Cabang Surabaya..............................
     Tabungan-Rekening Tn. B....................
Rp. xxx
Rp. xxx
                     Rp. xxx    

Penyetoran antar cabang :
Rekening Antar Kantor-Cab. Surabaya......
     Tabungan-Rekening Tn. A....................
Rp. xxx
                     Rp. xxx 

Penarikan :
Cabang lain :
Rekening Antar Kantor-Jakarta..................
     Kas........................................................

Rp. xxx
                    Rp. xxx
Cabang Penerbit :
Tabungan-Rekening Tn. A.........................
     Rekening Antar Kantor-Bandung..........

Rp. xxx
                       Rp. xxx

Pembebanan Bunga :
Biaya Bunga-Tabungan...............................
     Tabungan-Rekening Tn. A.....................
Rp. xxx
                       Rp. xxx

Penutupan Rekening :
Tabungan-Rekening Tn. A.........................
     Kas........................................................
Rp. xxx
                       Rp. xxx  





Materi ini diambil dari haryramadhon.files.wordpress.com















 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons